Sambut Event di Sirkuit Mandalika, Agen Travel dan Homestay Siapkan Paket Wisata

Agen perjalanan wisata di Lombok sibuk bersiap menyambut MotoGP dan sejumlah event balap motor internasional lain yang akan digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit atau Sirkuit Mandalika pada Februari hingga November 2022. Mereka menyiapkan sejumlah paket wisata untuk para calon penonton.

Salah satu agen travel A&T Holidays menyiapkan paket wisata untuk menjaring calon penonton yang memiliki minat terhadao otomotif. “Saya sudah berkomunikasi dengan banyak rekan agen perjalanan dan kelompok bisnis yang berkaitan dengan otomotif,” kata pemilik A&T Holidays Awanadhi Aswinabawa kepada Tempo.

Jika tidak terkendala pandemi Covid-19, kuota penonton untuk event MotoGP, Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) dan World Superbike (WSBK) dan MotoCross GrandPrix (MXGP) pada 2022 bisa mencapai 150.000 orang. Untuk MotoGP terjadwal tes pra musim pada Februari, seri kedua MotoGP 18 – 20 Maret, MXGP pada Juli serta IATC dan WSBK pada November.

Menurut Awan, pihaknya akan menyiapkan paket wisata yang tak hanya berisi menonton balap motor. “Saya sudah siapkan paket tur selain menonton balapan,” ujarnya.

Di sisi lain, para pengelola hotel nonbintang dan homestay juga bersiap menyambut tamu. Mereka siap menerima tamu yang tidak mendapatkan hotel berbintang.

Ketua Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Lombok Tengah Lalu Sandika Irwan menyebutkan sejumlah hotel dan homestay di Kuta Mandalika lebih banyak dipilih oleh crew dan pebalap. Rata-rata mereka menginap selama 10 hari.

“Jika hotel berbintang sudah sold out, tapi kalau homestay masih bisa didapat,” kata Sandika.

Ketua Mandalika Hotel Association Samsul Bahri mengatakan masih banyak kamar yang tersedia, yaitu sekitar 1.750 kamar dari 57 properti penginapan anggotanya. “Baru 35 persen yang terima reservasi,” ujarnya.

Kepada para tamu, Samsul merekomendasikan wisata ke Selong Belanak dan Pantai Gerupuk yang merupakan pantai pasir putih.

Di Sasak Lombok Bungalow, salah satu homestay masih tersedia banyak kamar. Pengelola homestay itu, Maulidin mengatakan baru lima persen yang terisi kamarnya.

“Yang lainnya 25 persen sekedar booking dan selebihnya 70 persen masih remang-remang,” kata Maulidin. Sebelum ada Sirkuit Mandalika, tempat ini menjadi pikihan bagi para wisatawan mancanegara backpacker untuk menginap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.