Samuel Sekuritas: Selama Bertahan di Atas 6.600, IHSG Bisa Menuju ke 6.750

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan akan menguji batas atas atau resistance di level 6.670-6.685 setelah ditutup pada level 6.665 pada perdagangan kemarin.

“Mungkin akan koreksi dulu mendekati trendline yang baru ditembus di 6.600. Namun selama bertahan di atas 6.600 maka tren naik masih ada dengan resistance selanjutnya di sekitar 6.750,” ujar analis PT Samuel Sekuritas Indonesia M. Alfatih dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 Januari 2022.

Sedikitnya ada enam saha yang dicermati Alfatih pada perdagangan hari ini. Pertama, saham Bank Jago alias ARTO yang kemarin ditutup di level 17.325.

Alfatih mengatakan harga emiten perbankan digital ini menguat dari support pola sejak Oktober 2021 pada perdagangan kemarin.

Bahkan, harga saham ini menembus resistance yang sekarang menjadi support sekaligus batas risiko di 16.800. “Peluang kenaikan ke 18.500 – 19.300. Selanjutnya 22.000,” ujarnya.

Selanjutnya, harga saham BBRI pada perdagangan kemarin naik dan ditutup di level 4.180. Harga saham ini akan menguji trendline pola sejak Oktober 2021 di 4.200.

Jika harga berhasil melampaui 4.200, kata dia, maka harga akan menjadi trend naik, sekaligus mengakhiri trend turun sejak Oktober 2021. Potensi kenaikan ke 4.330 lalu 4.450.

Berikutnya harga Cemindo Gemilang Tbk alias CMNT pada perdagangan kemarin masih bertahan dalam pola upchannel sejak September 2021, sehingga masih berpeluang menguat ke arah 1.160.

12 Selanjutnya

Adapun saham Aneka Tambang Tbk alias ANTM pada perdagangan kemarin menguji trendline pola sejak akhir Oktober 2021 di 2.360. Jika berhasil melampauinya, maka pola Oktober 2021-Januari 2022 terkonfirmasi sebagai pola falling wedge, dengan target teoritis ke sekitar 2.520-2.600. Adapun batas risiko di 2.325.

Sementara itu, harga Bank Neo Commerce alias BBYB turun pada perdagangan kemarin dan ditutup di 2.570. Harga ditutup dekat di support kuat pola upchannel sejak Oktober 2021 di 2.520.

“Sehingga menjadi kesempatan harga menguat kembali ke resistance 2.850, lalu 3.150. Batas risiko ketat di 2.520, sebab jika tembus akan mengubah trend naik ini,” tutur Alfatih.

Terakhir, harga Merdeka Copper Gold alias MDKA menguat pada perdagangan kemarin dan melanjutkan tren naik setelah ditutup di 3.890.

Alfatih mengatakan harga saham ini sudah mendekati resistance 4.250, sehingga cenderung akan konsolidasi di 4.050-4.250. “Kelanjutan tren naik akan tergantung pola transaksi di kisaran 4.250 ini. Target berikutnya ada di sekitar 4.000-4.100-4.200,” ujarnya.

IHSG kemarin ditutup naik 1,27 persen menjadi 6.665,31 pada sesi II. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 6.586,13-6.677,19.

Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.